Pengungkapan Kasus BBM dan Satwa Liar Ditpolairud Polda Jatim Diduga 'Ganjal' Tanpa Mengundang Dinas Terkait dan Pertamina - Hai sobat Harian Berita Dia, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Pengungkapan Kasus BBM dan Satwa Liar Ditpolairud Polda Jatim Diduga 'Ganjal' Tanpa Mengundang Dinas Terkait dan Pertamina, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita Utama, Artikel HuKrim, Artikel Nasional, yang kami share ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.
Judul : Pengungkapan Kasus BBM dan Satwa Liar Ditpolairud Polda Jatim Diduga 'Ganjal' Tanpa Mengundang Dinas Terkait dan Pertamina
link : Pengungkapan Kasus BBM dan Satwa Liar Ditpolairud Polda Jatim Diduga 'Ganjal' Tanpa Mengundang Dinas Terkait dan Pertamina
Pengungkapan Kasus BBM dan Satwa Liar Ditpolairud Polda Jatim Diduga 'Ganjal' Tanpa Mengundang Dinas Terkait dan Pertamina
Liputan Indonesia || Surabaya, - Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Jatim Jum'at kemarin tanggal 25 Maret 2022 sekira pukul 16.00 Wib anggota Intel Air unit 1 menerima informasi terkait adanya pengangkutan satwa jenis burung, yang diangkut menggunakan kendaraan Truk naik kapal KM. Dharma Rucitra I, dari Banjarmasin menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, yang tidak dilengkapi dengan perijinan atau dokumen yang sah.
Tidak hanya penangkapan Satwa Liar, petugas juga Berhasil meringkus satu orang tersangka yakni SRW, dengan dugaan pengangkutan dan Niaga BBM yang Disubsidi Pemerintah pada 5 April 2022 di Pelabuhan Dungkek, Sumenep, Madura.
Dikonfirmasi tidak terlibatnya Dinas Karantina Hewan, serta pihak Pertamina Kasubdit Gakkum Polairut Polda Jatim AKBP Siswantoro enggan menjawab.
Sebelumnya, Tim Gakkum Polairut Polda Jatim berhasil mengamankan satu kendaraan jenis pick up dan satu orang tersangka yang mengangkut 4,5 Ton BBM bersubsidi jenis Bio Solar dan Pertalite. Modus pelaku ini ada 2 yakni, pelaku menggunakan surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh instansi terkait yang seharusnya digunakan untuk sekali angkut namun digunakan sampai 3 kali.
Pengisian berulang ulang dengan menggunakan mobil pelangsir dan menggunakan jirigen. Dan Tim Satgas BBM Ditpolairud mengamankan 90 jirigen isi Bio Solar dan 40 jirigen isi Pertalite kurang lebih 4,5 ton.
Dari pengakuan tersangka bahwa sudah melakukan pekerjaan ini sudah 4 kali. Yang dimana BBM Bersubsidi Bio Solar dengan harga Rp 5.150 dan dijual Rp 6.500 ada selisih harga Rp 1. 350 per/liter.
"Kemudian untuk Pertalite pelaku membeli dengan harga Rp 7.650 dijual Rp 8.700 ada selisih harga Rp 1.050. Dan selama melakukan kegiatan tersebut sebanyak 4 kali, pelaku mendapatkan keuntungan sekali angkut sebesar Rp 50 juta dan jika 4 kali mendapat Rp 200 juta," pungkasnya.
BBM tersebut rencana akan dijual kepada masyarakat nelayan Pulau Raas Kabupaten Sumenep.
Di konfirmasi Manager Communication, Relations & CSR Pertamina JBT, Arya Yusa Dwicandra terkait release Polairut mengundang pihak pertamina, dirinya menjelaskan singkat "Sementara Infonya tidak ada mas," jelasnya singkat.
Penulis : Tjan08
Baca juga:
"Berita Terbaru Lainnya"
"Berita Terbaru Lainnya"

0 Komentar